--] Komeng, Aisyah, Annisa & Pengelana [--
Aisyah: "Meng, kenapa kau terlihat sedih ?"
Annisa: "Benar meng, apa kami telah melakukan kesalahan sehingga kmu tampak tak bersuara sedari tadi ?"
Komeng: "Kalian tau yg aku rasakan, dan kalian mengerti yg aku pikirkan,..
Aisyah: "Kami bukanlah manusia berbeda yg memiliki 1 otak, dan 1 hati.
jika ada salah yg telah kami lakukan, katakan pada kami agar kami mengetahuinya,..
Pengelana: "Apa kamu tengah memikirkan lebaran yg sebentar lagi akan tiba meng ? whehe,.."
Komeng: "Benar Guru, aku sedang memikirkan lebaran yg sebentar lagi akan datang,..
Annisa: "lalu kenapa kamu harus bersedih ? bukankah itu hari kemenangan yg harus dilewati dgn suka cita?"
Komeng: "Memang benar, kita bisa bersuka cita. tapi yg aku sedihkan
adalah saat membayangkan nasib anak Yatim Piatu dalam menjelang hari
lebaran itu, bgmna mungkin kita berbahagia bersama keluarga, kumpul
bersama, makan makanan enak namun dsisi lain ada yg melewarkannya tnpa
yg kita dapatkan itu.
Pengelana: "jika demikian, lakukanlah seperti yg Rosulullah SAW lakukan,yaitu membuat mereka senang juga..
Komeng: "dengan cara apa Guru?"
Pengelana: "ada sebuah kisah,
Suatu ketika, usai melaksanakan salat Ied, Rasulullah mendapat seorang
anak yatim berbaju lusuh yang menangis. Padahal, anak-anak yang lain
sedang berkumpul dan berbahagia.
Mendapati hal itu, Rasulullah
kemudian mendekati si anak yatim itu. Rasulullah kemudian bertanya
kepada si anak yatim, "Hai anak kecil, mengapa engkau menangis dan tidak
berkumpul bersama teman-temanmu?"
Si anak tidak tahu bahwa
pria yang menyapanya adalah Rasulullah SAW. Si anak yatim itu menjawab
pertanyaan Rasulullah dengan sesengukan. "Ya tuan, ayahku sudah
meninggal dan ibuku kini telah menikah lagi. Ayah tiriku sangat kejam
hingga mengusirku. Sekarang aku kelaparan, tidak punya makanan, minuman,
pakaian, dan tempat tinggal. Dan hari ini aku melihat teman-teman
berbahagia karena mempunyai ayah. Aku teringat musibah yang mengenai
ayah sehingga aku menangis," kata si anak yatim.
Rasulullah kemudian menangis mendengar perkataan anak yatim itu. Dia langsung memeluk dan mencium kepala si anak yatim.
"Hai anak kecil, maukah engkau sebut aku sebagai ayah, Aisyah sebagai
ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husein sebagai saudaramu, dan
Fatimah sebagai saudara perempuanmu?" tanya Rasulullah.
Raut
muka si anak yatim itu menjadi cerah. Dia sangat senang diangkat sebagai
anak oleh Rasulullah. Kemudian, Rasulullah mengajak pulang si anak
yatim itu dan memberikannya pakaian bagus, kemudian mengajaknya makan
bersama.
Si nak merasa sangat gembira. Usai makan, dia langsung menemui teman-temannya untuk bermain.
Teman-temannya pun merasa heran dengan si anak yatim. "Sebelumnya
engkau selalu menangis, mengapa engkau sangat gembira sekarang?' tanya
teman-temannya.
Dengan ceria, si anak yatim kemudian menjawab,
"Aku sebelumnya lapar, kini aku kenyang. Dulu aku adalah yatim, tapi
kini aku sudah punya ayah, Rasulullah, ibuku adalah Aisyah, Ali adalah
pamanku, Hasan dan Husein adalah saudaraku, dan Fatimah adalah saudara
perempuanku."
Tetapi, kegembiraan si anak yatim tidak berlangsung lama. Ini karena Rasulullah kemudian meninggal.
"Kini aku tak punya keluarga lagi. Ayahku, Rasulullah telah meninggal," kata si anak yatim.
Hal itu terdengar oleh Abu Bakar As Shiddiq. Dia langsung menampung anak yatim itu di rumahnya.
Komeng: "Akhirnya aku tau apa yg harus aku lakukan skrg, yg penting kita harus berbagi kesenangan itu pada mrka juga,..
Pengelana: "jika kamu sudah paham, lebih baik skrg kita melaksanakan
shalat tarawih,.. semoga kita bisa smpai pada hari yg fitri dan bisa
berjumpa lg pada ramadhan yg akan datang
Aisyah, Annisa dan Komeng: "Amiiin Yaa Rabbal'alamin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar